Beautiful Indonesia

Collected and Presented by University of Muhammadiyah Malang

you are here: Home » Explore the Regions: Jakarta » Photo » Balap Karung
Photo: Balap Karung
Jakarta
Balap Karung

Balap Karung

[2016-11-15 22:41:21, view 1042]

Balap karung identik dengan perayaan hari kemerdekaan, dan permainan ini sangat dikenal dari masyarakat kota hingga perkampungan. Permainan ini benar-benar untuk kesenangan semata. Tidak hanya anak-anak yang memainkan balap karung, bahkan orang dewasa pun sangat menikmati permainan ini.

Sejarah Keberadaan Permainan Balap Karung

Nama permainan ini dikenal di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya di Kelurahan Rawa Barat. Sejak jaman penjajahan Belanda, permainan ini sudah ada dan tidak diketahui persis siapa penciptanya dan kapan. Dulu, permainan ini dimainkan anak-anak usia 6-12 tahun, sebelum akhirnya orang dewasa ikut serta dalam permainan ini. Intinya,  permainan ini ada dan sudah dikenal luas. Sekalipun permainan ini mengalami masa surut di masa penjajahan Jepang.

Peralatan yang Diperlukan untuk Balap Karung

Seperti halnya para orang tua di Betawi yang terkenal kreatif dalam memanfaatkan apa yang disediakan alam untuk memenuhi kebutuhan mereka, anak-anak Betawipun tak luput mewarisi sifat orang tua mereka. Anak-anak Betawi dalam berkreatifitas memanfaatkan apa yang ada di alam atau di lingkungan sekitar untuk dijadikan sebagai bahan permainan mereka. Dalam balap karung, anak-anak Betawi memanfatkan karung beras yang sudah tidak terpakai  untuk sarana  permainan. Mereka memilih karung beras yang sesuai dengan ukuran tubuh mereka dan selanjutnya mencari area yang luas untuk bemain. Biasanya mereka akan mencari  lahan memanjang sekitar 20 meter dengan lebar 3-4 meter dan kemudian lahan ini  dibagi menjadi lima jalur.

Pola Permainan Balap Karung

Aturannya sama seperti lomba lari, namun harus di dalam karung. Peserta bisa berjalan, berlari selama dalam karung, namun meloncat adalah cara yang paling lazim digunakan untuk mencapai garis finish. Antara peserta satu dengan lainnya tidak boleh saling menghalangi atau menubruk. Permainan ini kerap mengundang tawa karena upaya masing-masing untuk menang. Justru tidak terlihat saling berkompetisi karena sesama peserta kerap terlihat saling menertawakan satu sama lain. Soal jatuh itu biasa, bangkit, berdiri, dan terus mencoba hingga sampai garis finish. Nilai kerja keras tercermin di permainan ini, di mana semua pemain berjuang mencapai garis akhir dan juga sportifitas, karena semua pemain menerima kekalahan dengan lapang dada. Sekali lagi, tidak masalah kalah atau menang dalam permainan balap karung, karena kemeriahan dan kegembiraan peserta yang utama.