Beautiful Indonesia

Collected and Presented by University of Muhammadiyah Malang

you are here: Home » Explore the Regions: West Sulawesi » Photo » Permainan Maggaleceng
Photo: Permainan Maggaleceng
West Sulawesi
Permainan Maggaleceng

Permainan Maggaleceng

[2016-12-05 21:22:50, view 266]
Permainan maggaleceng adalah permainan yang menggunakan kayu panjang yang tebalnya kurang dari 10 cm, berdiameter sekitar 20 cm dan panjang 50 cm. Kayu tersebut diberi lubang-lubang (bundar) dengan kedalaman kurang lebih 5 cm. Jumlah lubang seluruhnya adalah 12 buah, dengan rincian 10 lubang dibuat jejer dua (masing-masing jejer 5 lubang), kemudian dua lubang yang agak besar disetiap ujungnya. Permainan ini juga menggunakan biji-biji pohon buah asam atau kerikil yang jumlahnya  antara 50-70 biji, untuk mengisi lubang-lubang yang tersedia. Biji-biji atau kerikil tersebut nantinya dibagi menjadi dua untuk setiap masing-masing pemain. Permainan maggaleceng dapat dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa laki-laki maupun perempuan. Namun saat ini, secara umum permainan maggaleceng dimainkan oleh kaum perempuan, terutama anak-anak yang berusia 6sampai 12 tahun. Kaum laki-laki sangat jarang memainkannya. Dahulu permainanmaggaleceng hanya dimainkan di teras atau beranda rumah. Namun, sekarang ini permainan maggaleceng dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja,karena tidak memerlukan tempat yang khusus. Jadi bisa dimainkan di beranda rumah, atau di balai-balai rumah adat. Waktu memainkannya pun bisa pagi, siang, sore atau malam hari.
 
Jumlah pemain tergantung dari jumlah papan permainan maggaleceng yang tersedia. Untuk satu papan permainan hanya dapat dimainkan oleh dua orang. Tiap lubang kecil diisi dengan 5 biji yang biasanya terbuat dari biji-bijian atau kerikil, kecuali lubang induk yang dibiarkan kosong. Setelah menentukan siapa yang akan mulai lebih dulu, maka permainan dimulai dengan memilih salah satu lubang dan menyebarkan biji yang ada di lubang tersebut ke tiap lubang lainnya searah jarum jam. Masing-masing diisi dengan satu biji atau kerikil. Bila biji atau kerikil terakhir jatuh di lubang yang ada biji atau kerikil lain maka biji atau kerikil yang ada di lubang tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Jangan lupa untuk mengisikan biji ke lubang induk kita setip melewatinya. Sedangkan lubang induk lawan tidak perlu diisi. Bila biji terakhir ternyata masuk ke lubang induk kita, berarti kita masih bisa memilih lubang lainnya untuk memulai lagi, tetapi jika ternyata saat biji terakhir diletakkan pada salah satu lubang kosong, berarti giliran untuk lawan kita. Bila lubang tempat biji terakhir itu ada di salah satu dari 5 lubang yang ada di baris kita, maka biji yang ada diseberang lubang tersebut beserta 1 biji terakhir yang ada di lubang kosong akan menjadi milik kita dan akan masuk dalam lubang induk kita. Setelah semua baris kosong, maka permainan dimulai lagi dengan mengisi 5 lubang milik kita, masing-masing dengan 5 biji dari biji yang ada di lubang induk kita. Dimulai dari lubang yang terdekat dengan lubang induk, bila tidak mencukupi maka lubang lainnya dibiarkan kosong dan selama permainan tidak boleh diisi.