Beautiful Indonesia

Collected and Presented by Universitas Muhammadiyah Malang

you are here: Home » Jelajah Daerah: Jakarta » Foto » Upacara Tamatan Qur'an
Foto: Upacara Tamatan Qur'an
Jakarta
Upacara Tamatan Qur'an

Upacara Tamatan Qur'an

[2016-11-15 22:03:50, view 1500]

Orang-orang Betawi lazim menyebut bahwa seorang anak yang telah menyelesaiakan pembacaan kitab suci Al- Qur’an atau Khatam Al- Qur’an sebagai Tamatan Qur’an. Pada tahap dimana seseorang anak telah berhasil dengan baik membaca Al-Qur’an atau telah Khatam Al Qur’an maka, dia dianggap telah memahami ajaran Islam dengan baik. Maka dalam adat Betawi wajib digelar upacara Tamatan Qur’an. Upacara Tamatan Qur’an biasanya digelar sebagai wujud syukur ketika seorang telah selesai menempuh dan memperoleh pendidikan agama sehingga diharapkan di kemudian hari ilmu tersebut bermanfaat untuk membimbing akhlak maupun perilakunya di tengah masyarakat.

Prosesi Upacara Tamatan Qur’an. Anak yang sudah menyelesaian bacaan Al Quran atau calon tamatan Qur'an disebut juga sebagai anak yang akan disunat. Pada hari diadakannya upacara Tamatan Qur’an, sang anak akan didandani dengan memakai gamis putih lengkap dengan topi hajinya. Lalu anak yang akan disunat diantar keluaganya ke tempat ia ngaji. Di tempat ngaji ini, anak yang disunat sudah ditunggu oleh guru ngajinya dan teman-teman dan juga tukang ngarak yang terdiri dari rombongan pemain rebana ketimpring.

Dalam upacara Tamatan Qur’an juga ada acara kenduri. Peserta yang tidak lain adalah teman-teman anak yang disunat yang terdiri dari anak-anak yang telah menyelesaikan kitab Juz ‘Amma. Anak laki-laki dan perempuan yang hadir ini berusia antara tujuh sampai sepuluh tahun. Mereka didampingi kedua orangtua masing-masing dan mengenakan pakaian adat atau kalau sekarang mengenakan busana muslim dan muslimah.

Waktu pelaksanaannya upacara Tamatan Qur’an bisa dilakukan sore hingga malam hari. Selain kenduri, dalam upacara Tamatan Qur’an biasanya diselilingi pula oleh ceramah agama baik yang disampaikan guru ngaji sang anak ataupun ulama lainnya. Setelah semua prosesi selesai tibalah waktu pelepasan dimana sang guru akan mengembalikan sang anak yang disunat kepada orang tuanya untuk selanjutnya diarak pulang ke rumahnya.

Ketentuan untuk Menjadi Tamatan Qur’an. Seseorang yang menentukan bahwa seorang murid sudah layak dikategorikan sebagai Tamatan Qur’an atau tidak adalah guru ngajinya sendiri karena memang guru ngajilah yang mengajarkan dan mengamati secara intensif proses pembelajaran agama mereka. Murid yang dianggap sudah tamat akan dipanggil dan gurunya akan mengatakan bahwa ia sudah tamat. Selamatan atau kenduri menandakan tamatnya si anak dalam pengajian Al-Qur' an-nya.